MEDAN – Di era globalisasi dan transformasi digital, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki generasi muda. Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menempatkan hal ini sebagai program penting untuk meningkatkan mutu pendidikan, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga dosen dan tenaga kependidikan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Yayasan UISU dan Altissia, lembaga internasional asal Belgia yang berfokus pada pembelajaran bahasa. Acara dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan UISU, Sekretaris Umum Yayasan, Rektor dan Wakil Rektor, serta perwakilan PT. Anugrah Rezeki Sejahtera. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UISU, Prof. Dr. Safrida, S.E., M.Si bersama Direktur Utama PT. Anugrah Rezeki Sejahtera, Noviriansyah, S.E., M.A, disaksikan oleh Marketing Director Asia Pasific Altissia, Patrick Loge, dan Ketua Umum Yayasan UISU, Ir. Indra Gunawan, M.P.
Dalam wawancara bersama Mega Hermawan, Program Director of Altissia in Indonesia, beliau menyampaikan,
“We offer an ELFA program. It’s an e-language learning for all. Providing 26 languages to all students in UISU from the first year, from the first semester until the end of the program, until the 8th semester for the undergraduate students.”
(Kami menawarkan program ELFA, yaitu pembelajaran bahasa berbasis digital untuk semua. Program ini menyediakan 26 bahasa yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa UISU mulai dari semester pertama hingga semester delapan untuk program sarjana.)
Lebih lanjut beliau menambahkan,
“We expect, of course, after graduating from UISU, these students who have ELFA program, they will have the competitive advantage in the future compared to other universities’ graduates. So, after they graduate from UISU they have competitive advantage from language point of view. So, they can compete with other job seekers in front of the industries and then in front of the HR.”
(Kami berharap, tentu saja, setelah lulus dari UISU, mahasiswa yang mengikuti program ELFA ini akan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan dibandingkan lulusan universitas lain. Jadi, setelah lulus, mereka memiliki keunggulan dari segi bahasa sehingga mampu bersaing dengan pencari kerja lain di hadapan industri maupun HR.)
Melalui kerja sama ini, Yayasan UISU bersama Altissia optimis bahwa penguatan kompetensi bahasa asing akan menjadi pintu bagi mahasiswa untuk berkembang, bersaing, dan bersinar di era global.


