Memperkuat Garda Terdepan Kesehatan, Implementasi Kampus Berdampak Universitas Islam Sumatera Utara Bersama Ikatan Dokter Indonesia Cabang Langkat Memulihkan Harapan Masyarakat

Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara — 13 Desember 2025

Di tengah proses pemulihan pasca bencana yang masih berlangsung, Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan, selama sepekan hadir bersama membantu masyarakat di Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Melalui Tim Pelaksana Tanggap Darurat Bencana UISU dan mahasiswa, menyalurkan bantuan obat-obatan dan logistik makanan bergizi, sebagai wujud kepedulian yang berkelanjutan terhadap kesehatan masyarakat berdampak banjir.

Bantuan tersebut diserahkan Koordinator Tim Tanggap Darurat Bencana Sumatera dari UISU secara langsung melalui pemerintah daerah setempat di Dusun V Desa Lalang, Kecamatan Pekan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat Sumatera Utara, untuk diserahkan ke masyarakat berdampak banjir. Jenis bantuan meliputi obat-obatan esensial dan logistik yang sangat dibutuhkan tengah keterbatasan pasca bencana.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh empati. Kegiatan mencerminkan ikatan kemanusiaan dan kerja bersama antara dokter pelaksana UISU dengan pemerintah setempat sebuah kolaborasi yang menegaskan bahwa pemulihan hanya dapat berjalan efektif ketika semua unsur bergerak bersama.

Koordinator Tim Tanggap Darurat Bencana Sumatera dari UISU, menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari implementasi nyata Program Kampus Berdampak sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. Komitmen bahwa kampus harus hadir di saat masyarakat paling membutuhkan dan memberi manfaat nyata. Penguatan fasilitas kesehatan merupakan langkah strategis agar dampak bantuan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Apresiasi datang dari Ketua IDI Langkat, dr. Agus Salim, THT, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian UISU kepada masyarakat berdampak banjir di Kabupaten Langkat

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dukungan dari Universitas Islam Sumatera Utara membantu memperkuat pelayanan kesehatan di lapangan. Semoga sinergi seperti ini terus terjaga setelah pasca banjir. Ketika bantuan kampus datang memberi kekuatan bagi kami untuk terus melayani masyarakat di tengah keterbatasan.

Aksi kemanusiaan ini melanjutkan rangkaian kehadiran UISU sejak hari-hari awal pasca bencana di Kabupaten Langkat—mulai dari pelayanan kesehatan langsung di permukiman terdampak, pendirian pos layanan medis, mobile clinic dan home clinic untuk membantu penguatan fasilitas kesehatan. Langkah ini menegaskan kesinambungan gerak UISU, bahwa kepedulian tidak berhenti pada satu momentum, tetapi berjalan seiring proses pemulihan masyarakat.

Sebagai perguruan tinggi bukan alasan untuk tidak peduli dari tanggung jawab kemanusiaan. Melalui semangat Kampus Berdampak, UISU berharap langkah ini dapat menggerakkan lebih banyak kampus di Indonesia untuk turun tangan, berkolaborasi, dan menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai gerakan bersama.

UISU tidak sekadar menyalurkan bantuan, UISU berbagi ilmu, empati, dan kemanusiaan dan akan berjalan berdampingan, demi pemulihan yang lebih kuat, berkeadilan, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat.

Relawan FISIP UISU UNTUK NEGERI Turun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Dalam semangat kepedulian dan kemanusiaan, tim relawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan langsung bergerak ke lokasi bencana banjir bandang di Aceh Tamiang pada Jumat, (5/12).

Dipimpin langsung oleh Kaprodi Ilmu Administrasi Negara, Bapak Mardiansyah Manurung, rombongan relawan mahasiswa FISIP UISU membawa bantuan logistik serta dukungan moril bagi para korban yang terdampak.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga semangat. Kami ingin korban tahu bahwa mereka tidak sendirian,” ungkap Mardiansyah saat ditemui di salah satu posko pengungsian.

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang beberapa hari sebelumnya menyebabkan kerusakan parah. Ratusan rumah terendam, banyak warga kehilangan harta benda, bahkan tempat tinggal. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran relawan dari berbagai pihak menjadi nafas segar bagi para korban.

Para mahasiswa yang tergabung dalam tim relawan juga tampak aktif membantu mendistribusikan sembako, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka menyapa warga, berbagi cerita, dan mencoba menguatkan mental para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia.

“Semoga korban bisa terus sabar dan ikhlas dalam menjalani masa sulit ini. Semua pasti akan berlalu,” ujar salah satu mahasiswi relawan.

Dekan FISIP UISU: “Jaga Etika, Jaga Kesehatan”

Dalam kesempatan terpisah, Dekan FISIP UISU, Bapak Ridwan Nasution, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat para relawan. Ia juga memberikan pesan penting kepada seluruh mahasiswa yang turun ke lapangan.

“Saya berpesan agar seluruh relawan tetap menjaga kesehatan dan etika selama bertugas di daerah terdampak. Ingat, kita membawa nama baik kampus, dan yang paling penting: motivasi terus para korban. Mereka butuh dukungan moral sebanyak apa pun bantuan logistik yang kita bawa,” ujarnya.

Lebih dari sekadar aksi sosial, kehadiran tim relawan FISIP UISU di Aceh Tamiang menjadi bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi dalam menjawab panggilan kemanusiaan. Tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga mempraktikkan nilai empati dan solidaritas di tengah masyarakat.

Bagi para korban, bantuan ini menjadi penguat. Dan bagi para relawan, pengalaman ini bukan hanya tentang membantu-tapi juga tentang belajar menjadi manusia seutuhnya.

Penguatan Kompetensi Lulusan: UISU Siapkan Pembentukan LSP Melalui Kuliah Umum

MEDAN – Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menyelenggarakan Kuliah Umum sebagai bagian dari persiapan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UISU. Kegiatan ini menghadirkan Associate Prof. Dr. Suyanto, SE., S.Pd.I., MM., M.Ak., Ak., CA., selaku Presiden Asosiasi Dosen dan Praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia, sebagai narasumber.

Acara dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025, pukul 09.30 WIB, bertempat di Auditorium Lantai 3 Kampus UISU. Kuliah umum ini mengangkat tema “Pentingnya Sertifikasi Profesi di Era Digitalisasi.”

Dalam penyampaian materinya, narasumber menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki ijazah dan transkrip nilai. Kompetensi menjadi hal yang wajib dimiliki agar mampu menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU turut menyampaikan latar belakang inisiatif pembentukan LSP UISU yang bermula dari audiensi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada 31 Oktober 2025. Pertemuan tersebut mendapat sambutan positif, bahkan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mendorong UISU untuk segera membentuk LSP.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan kondusif, serta dihadiri oleh Pengurus Yayasan UISU, Pengawas Yayasan UISU, Rektor UISU, para dekan, dan lebih dari seratus mahasiswa.

FH UISU Gelar Kuliah Umum Bahas Pengantar Hukum Persaingan Usaha Bersama Anggota KPPU

MEDAN — Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menggelar kuliah umum bertajuk “Pengantar Hukum Persaingan Usaha” yang berlangsung di Aula Fakultas Hukum UISU pada Selasa 2 Desember 2025. Acara ini menghadirkan Dr. Rhido Jusmadi, S.H., M.H., anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, sebagai pembicara utama.

Dalam penyampaiannya, Dr. Rhido Jusmadi, S.H., M.H, menegaskan pentingnya regulasi persaingan usaha yang sehat untuk menjaga iklim bisnis yang adil, mencegah praktik monopoli, serta memberikan perlindungan bagi pelaku usaha maupun konsumen. Ia juga menjelaskan peran strategis KPPU dalam memastikan mekanisme pasar berjalan sesuai prinsip keadilan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam sesi wawancara, beliau mengungkapkan bahwa mulai tahun depan KPPU akan membuka rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia mendorong perguruan tinggi lulusan terbaiknya agar berkesempatan bergabung dengan KPPU melalui jalur rekrutmen ini.

Kuliah umum ini mendapat sambutan hangat dari mahasiswa, dosen, dan para peserta lainnya. Selain memberikan pengetahuan teoritis, kegiatan ini juga memperkaya pemahaman praktis terkait tantangan dan dinamika persaingan usaha di Indonesia, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang hukum ekonomi.

Menjelang akhir acara, sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber berlangsung dengan interaktif dan kondusif. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata oleh Fakultas Hukum UISU kepada narasumber, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Wakaf Jadi Solusi Berkelanjutan, Yayasan UISU Gelar Sharing Session Bersama BWI dan LLDIKTI

MEDAN – Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menggelar kegiatan Sharing Session bertajuk Pembentukan Lembaga Wakaf Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta pada Rabu, 12 November 2025, bertempat di Aula Yayasan UISU. Kegiatan ini mengangkat tema “Wakaf Sebagai Solusi Berkelanjutan Bagi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta.”

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya K.H. Aripudin, S.H., M.H. dari Divisi Tata Kelola dan Kelembagaan Badan Wakaf Indonesia sebagai keynote speaker, K.H. Ali Yusuf, M.Si. selaku Ketua Lembaga Kenaziran BWI Pusat, serta Prof. Drs. Saitul Anwar Matondang, M.A., Ph.D. selaku Kepala LLDIKTI Wilayah I.

Dalam kesempatan tersebut, K.H. Aripudin, S.H., M.H. menyampaikan bahwa Badan Wakaf Indonesia telah memberikan rekomendasi kepada Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara untuk melakukan perubahan nama menjadi Yayasan Wakaf Universitas Islam Sumatera Utara.
“Harapan kami, bukan hanya merubah nama, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem wakaf di Indonesia. Sehingga kedepannya, kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi medan strategis dalam membentuk karakter manusia yang berwatak sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan UISU, Ir. Indra Gunawan, M.P., menjelaskan bahwa kata “wakaf” telah tercantum dalam akta pendirian sampai peeubahan akta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. “menurut akta pendirian sampai perubahan akta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kata kata wakaf tersebut sudah tercantum jadi ketika pembina memutuskan pada tanggal 10 Mei 2025 pada rapat pembina, merubah nama Yayasan UISU menjadi Yayasan Wakaf UISU sudah sangat sesuai dan harus segera diwujudkan.”

1 2 3 6