Yayasan UISU Lepas Dosen dan Tenaga Kependidikan Purna Tugas

Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengadakan acara pelepasan terhadap dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) tetap yang memasuki masa purna tugas.

Tradisi ini berlangsung di kantor yayasan dan dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU Ir. Indra Gunawan, MP, pada Kamis (5/12), di mana acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Umum Muhammad Idris, SH, MH, serta perwakilan dari rektorat dan dekanat UISU.
Pelepasan ini dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan Pengurus Yayasan UISU yang mengesahkan pemberhentian dengan hormat dosen dan Tendik yang memasuki masa purna tugas, disertai dengan pemberian dana tali asih sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama bertugas.Dalam sambutannya, Indra Gunawan mengungkapkan bahwa tradisi ini perlu dijaga dan dipelihara sebagai bentuk silaturahmi serta penghormatan kepada para dosen dan Tendik. Ia mengakui rasa berat untuk melepas mereka, namun menegaskan bahwa aturan mengenai purna tugas harus ditegakkan.

“Saya memohon maaf apabila dalam perjalanan tugas di Yayasan UISU terdapat kesalahan yang tidak disengaja terhadap bapak dan ibu yang hari ini purna tugas. Mari kita bersama-sama menjaga nama baik UISU,” katanya.

Ketika ditanya mengenai kondusifitas UISU, Dr. Dani Sintara, SH, MH, Ketua Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia Yayasan UISU, menjelaskan bahwa saat ini UISU berada dalam keadaan yang sangat kondusif dari berbagai aspek, termasuk aspek legalitas.

Ia menjelaskan bahwa Yayasan UISU bersama unsur akademik sedang berupaya mencapai akreditasi Unggul, dengan dukungan dari pengurus dan pengawas yayasan yang baru dilantik berdasarkan hasil Rapat Pembina pada 28 Desember 2023 dan terdaftar di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum pada 1 Oktober 2024.

“Yayasan UISU telah diakui oleh pemerintah melalui dua kementerian, yaitu Kementerian Hukum dan Kementerian Pendidikan Tinggi. Dengan demikian, Yayasan UISU dalam kondisi yang jelas dan terukur,” tegas Dani.Acara pelepasan ini menjadi momen penting bagi yayasan untuk mengenang pengabdian para dosen dan Tendik yang telah berkontribusi dalam mengembangkan UISU selama bertahun-tahun.

 

Kepala LLDikti Wilayah I Dorong UISU Menuju Keunggulan Akademik

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D, menekankan pentingnya Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memahami dinamika pasar guna mencapai keunggulan dalam bidang pendidikan.

Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam Diskusi Penguatan Tata Kelola dan Organisasi Perguruan Tinggi yang diadakan di Aula Yayasan UISU, Jl. SM Raja Medan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Yayasan UISU, Ir. Indra Gunawan, MP, serta jajaran pengurus, Rektor UISU, Prof. Dr. Safrida, SE, MSi, dan para dekan serta wakil dekan di lingkungan UISU. 

Dalam pemaparannya, Matondang menegaskan bahwa untuk mencapai keunggulan, setiap program studi (prodi) di UISU harus berusaha untuk menjadi unggul. Ia menekankan bahwa kepala prodi memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan dan mempertahankan keunggulan program yang dipimpin.

Matondang juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap beberapa prodi yang mengalami kejenuhan, terutama dalam bidang pendidikan, akibat jumlah lowongan kerja di instansi pemerintah dan swasta yang stagnan. Ia menggarisbawahi bahwa perkembangan industri yang pesat telah mengubah minat terhadap prodi-prodi konvensional, sehingga UISU perlu lebih cermat dalam membidik pasar pendidikan.Lebih lanjut, Matondang mencatat bahwa pada abad 21, terdapat beberapa bidang dengan potensi pasar yang tinggi, seperti rekayasa komputer dan kecerdasan buatan (AI), bisnis digital, serta administrasi publik.

“Universitas harus mampu beradaptasi dan mengembangkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini,” ujarnya.

Diskusi tersebut juga dipandu oleh Ketua Bidang OSDM Yayasan UISU, Dr. Dani Sintara, SH, MH, yang membahas mengenai pentingnya Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dalam meningkatkan akreditasi perguruan tinggi. Matondang menjelaskan bahwa MoU yang tidak memiliki implikasi atau hasil nyata akan bernilai nol.

“MoU tanpa MoA tidak berarti apa-apa,” tegasnya.

Sementara itu, pembahasan mengenai status dosen yang sempat menjadi rencana diskusi diakhiri, mengingat Peraturan Mendikbudristek No. 44/2024 tentang profesi, karir, dan penghasilan dosen masih dalam proses revisi.

Dengan dorongan dari LLDikti, UISU diharapkan dapat bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

 

Plt Gubernur Lemhanas Terima Silaturahmi Yayasan UISU

Plt Gubernur Lemhanas Letnan Jenderal Eko Margiyono menerima silaturahmi Pengurus Yayasan dan Rektor UISU di Gedung Lemhanas, Jl. Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (20/8).

 

Letjen Eko Margiyono didampingi para staf menyambut baik dan mengapresiasi silaturahmi Yayasan beserta Rektor UISU kepada Lemhanas.

Ia mengatakan, Lemhanas sebagaimana tugas dan fungsinya, tentunya siap bekerjasama dengan institusi selain dengan Lembaga Negara dalam hal kebangsaan.

“Ada tiga tugas Lemhanas dalam membantu Presiden, yakni pendidikan, pengkajian bersifat konsepsional dan strategis serta menyelenggarakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan,” sebutnya.

Plt Gubernur Lemhanas juga memaparkan apa saja yang menjadi fungsi Lemhanas, antara lain pelaksanaan pelatihan dan pengkajian bidang kepemimpinan nasional bagi calon pimpinan bangsa dan pelaksanaan kerjasama pendidikan pascasarjana di bidang ketahanan nasional dengan lembaga pendidikan nasional, dan/atau internasional serta kerjasama pengkajian strategi dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan dengan institusi di dalam dan luar negeri.

Dalam hal ini, pihak UISU diharapkan segera merumuskan apa saja yang akan dikerjasamakan, agar Lemhanas dapat menyesuaikannya sebagaimana tugas dan fungsi Lemhanas.

Plt Gubernur Lemhanas juga menekankan tentang penyamaan pandangan dalam berwawasan kebangsaan bagi stakeholder.

Ketua Umum Yayasan UISU Ir Indra Gunawan, MP usai pertemuan menyebutkan bahwaa silaturahmi ini merupakan langkah awal Pengurus Yayasan UISU untuk menjalin kerjasama dengan Lemhanas dalam rangka membesarkan dan memajukan UISU.

Kata Indra, Yayasan UISU mengajak Rektor UISU yang nantinya akan terlibat secara langsung dalam penandatanganan kerjasama UISU dengan Lemhanas. “Alhamdulillah Plt Gubernur Lemhanas beserta jajarannya menerima delegasi UISU dengan sangat hangat dalam suasana penuh kekeluargaan,” sebutnya.

Jalin Kerjasama

Indra menjelaskan, maksud dan tujuan silaturahmi Yayasan UISU kepada Plt Gubernur Lemhanas, yakni menjalin kerjasama dalam hal pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi sivitas akademika UISU, dan hal lainnya yang dapat dikolaborasikan dan disinergikan sesuai tugas dan fungsi Lemhanas dengan patron Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan SDM.

Pada silaturahmi itu, Indra memaparkan sejarah singkat lahirnya Yayasan UISU pada 1951 dan Perguruan Tinggi UISU pada 1952, yang merupakan inisiasi tokoh-tokoh nasional pasca Kemerdekaan RI, antara lain Muhammad Room dan Muhammad Natsir, sebagaimana tokoh-tokoh nasional tersebut telah menginisiasi lahirnya UII Jogjakarta dan UMI Makassar.

UISU didirikan lima tokoh muda yang merupakan Pemuda Pelajar yang secara lansung terlibat dalam Kemerdekaan Indonesia. UISU yang awalnya membuka kelas persiapan Ilmu Hukum, dalam berjalannya waktu terus berkembang hingga saat ini memiliki 9 Fakultas, 36 Program Studi S1, S2 dan S3.

Tokoh nasional lainnya yang telah memberikan kontribusi kepada UISU adalah begawan ekonomi Soemitro Djodjohadikusumo, orang tua dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. Peran strategis Soemitro Djodjohadikusumo adalah menginisiasi lahirnya Fakultas Ekonomi dan sebagai Dekan pertama Fakultas Ekonomi UISU.

Sekretaris Umum Yayasan UISU Muhammad Idris, SH, MH menambahkan bahwa sejak kelahirannya, UISU telah mengambil peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga menjaga ideologi Pancasila, yang terbukti dengan terlibatnya tokoh-tokoh UISU secara langsung dalam melawan ideologi komunis oleh PKI pada masa revolusi.

“Bersama Tentara Nasional Indonesia, UISU menjadi salah satu institusi yang mengawal ideologi Pancasila,” kata dia.

Rektor UISU Prof Dr Safrida, SE, MM mengapresiasi langkah Pengurus Yayasan UISU periode 2024-2029 yang terus mengembangkan sayap membangun networking untuk memajukan UISU, dengan mengundang Lemhanas memberikan paparan Bela Negara kepada mahasiswa baru UISU pada PMB yang dijadwalkan pertengahan September 2024.

Yayasan UISU Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan BPDPKS

Yayasan UISU bersama 22 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk beasiswa perkuliahan manajemen kelapa sawit pada Fakultas Pertanian. Hal itu berlangsung di Hotel Movenpick, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2024).

“Yayasan UISU selaku Badan Penyelenggara PTS telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan BPDPKS untuk pelaksanaan perkuliahan manajemen kelapa sawit pada Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis, sejumlah 60 mahasiswa,” ujar Ketua Umum Yayasan UISU, Ir Indra Gunawan, MP, Selasa (20/8/2024).

Indra Gunawan menambahkan bahwa beasiswa ini merupakan skim atau program Beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) 2024, dengan total nilai beasiswa Rp500 miliar.

“Alhamdulillah, dengan mendapatkan beasiswa 60 mahasiswa dari BPDPKS, tentunya bertambah pula jumlah mahasiswa baru UISU pada tahun akademik 2024-2025 melalui jalur khusus ini,” ungkap Indra Gunawan.

Dijelaskannya, beasiswa BPDPKS merupakan program Dirjen Perkebunan Kementan RI yang penyelenggaraannya oleh BPDPKS. Di mana, seluruh biaya ditanggung penuh oleh BPDPKS, mulai biaya transportasi, biaya pendidikan, biaya hidup, uang buku, biaya sertifikasi, hingga wisuda.

“Pengurus Yayasan UISU mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas beasiswa diberikan kepada UISU. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pimpinan Akademik UISU, terkhusus Pimpinan FP UISU yang telah bekerja keras dan ikhlas mengusulkan serta memperjuangkan beasiswa yang bergengsi ini,” jelas Indra Gunawan.

Sementara itu, Rektor UISU, Prof Dr Safrida, SE, MM, bersyukur atas penandatangan PKS oleh Pengurus Yayasan UISU. Hal itu, bermakna bahwa segala usaha dan ikhtiar UISU, baik Pimpinan Akademik UISU, Pimpinan FP UISU maupun Pengurus Yayasan UISU telah mencapai tahap akhir yang selanjutnya akan memulai daftar ulang 60 orang mahasiswa di pertengahan Agustus ini, dilanjutkan perkuliahannya pada September 2024.

“Terima kasih kepada Pengurus Yayasan UISU yang telah memberi restu dan dukungan penuh dalam penyelenggaraan perkuliahan manajemen kelapa sawit ini,” jelas Safrida.

Selain Ketua Umum Yayasan UISU dan Rektor, turut hadir dalam penandatanganan tersebut, Sekretaris Umum Yayasan UISU M Idris, SH, MH dan Sekretaris Bidang PK M Sholahuddin Nasution.