Yayasan UISU Apresiasi Sumbangsih Rektor dan Wakil Rektor dari Masa ke Masa.

Foto Bersama Ketua Umum Yayasan Ir. Indra Gunawan, MP Beserta Seluruh Jajaran dengan keluarga pendiri serta mantan Rektor dan Wakil Rektor dari Masa ke Masa.

UISU – Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) memberikan apresiasi atas kontribusi para rektor dan wakil rektor UISU dari masa ke masa dalam menjaga keberlangsungan universitas. Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian tali asih dan menjadi bagian dari peringatan Milad Yayasan UISU ke-74 dan Milad UISU ke-73. Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU, Ir. Indra Gunawan, MP, dalam acara silaturahmi yang berlangsung di Aula Yayasan UISU, Jalan SM Raja, Medan, Senin (6/1/2024).

“Kita ingin UISU hidup hingga ribuan tahun. Insha Allah UISU bisa berjaya dari masa ke masa,” ujar Indra Gunawan. Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk rektor, wakil rektor, pengurus yayasan, serta civitas akademika, untuk bersama-sama memajukan UISU dan membawa universitas ini menuju masa kejayaannya.

Indra menambahkan, UISU terus memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga, baik swasta maupun pemerintahan, seperti melalui hubungan dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APPERTI). “Dengan kerja sama ini, kita dapat menghadirkan tokoh-tokoh nasional ke UISU, yang tentunya berdampak positif bagi universitas,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Basyaruddin MS, yang mewakili para rektor dan wakil rektor UISU dari masa ke masa, menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia atas undangan untuk tetap mendukung visi UISU. Ia juga mengingatkan pentingnya mengenang perjuangan para pendiri UISU.

“Perjuangan para pendiri sangat luar biasa. Mari kita menyemangati pengurus yayasan, rektor, dan wakil rektor agar UISU menjadi lebih baik ke depannya,” ucap Prof. Basyaruddin.

Prof. Basyaruddin juga menyebutkan bahwa pemikiran para mantan rektor dan wakil rektor masih relevan untuk kemajuan UISU. “Saya hitung-hitung, dari masa ke masa masih ada 35 orang rektor dan wakil rektor, termasuk Prof Djohar Arifin dan Prof dr Tamsil, yang pemikirannya bisa menjadi tolok ukur perkembangan UISU,” katanya.

Keluarga Besar UISU Ziarah Ke Makam Pendiri Dan Mantan Rektor

Ketua Umum Yayasan UISU Ir. Indra Gunawan, MP serta Rektor UISU Prof. Dr. Safrida, SE., M.Si Beserta jajaran melaksanakan Ziarah Ke Makam Pendiri Dan Mantan Rektor Universitas Islam Sumatera Utara, sabtu(4/1).

MEDAN-UISU : Keluarga besar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) melaksanakan ziarah kubur ke makam para pendiri UISU, mantan Rektor dan tokoh masyarakat yang berperan dalam tumbuh kembangnya kampus Islam tertua di Sumatera Utara itu, Sabtu (4/1).

Ziarah kubur salah satu rangkaian kegiatan Milad Yayasan UISU ke – 74 dan Milad UISU ke – 73, setelah sebelumnyan keluarga besar UISU melakukan kunjungan silaturrahmi ke keluarga para pendiri dan tokoh masyarakat.

Ketua pelaksana Milad UISU Bagus Handoko, SE, MM mengatakan, kunjungan silaturrahmi ke keluarga para pendiri serta ziarah kubur rutin dilaksanakan setiap pelaksanaan Milad. “Tujuannya, selain menguatkan persaudaraan dan kekeluargaan, juga memperkuat ukhuwah islamiyah,” sebutnya.

Dikatakan, untuk pelaksanaan ziarah kubur dibagi dalam beberapa tim, dikarenakan lokasi pemakaman berbeda-beda. Seperti pendiri UISU alm. H Bahrum Jamil, SH dikebumikan di pekuburan Mandailing Jl. Brigjen Katamso, kemudian alm. H Adnan Benawi, SH dan almh. Hj Sariani AS di pemakaman Masjid Raya Al Mashun, alm. H Sabaruddin Ahmad di pemakaman Jl. Thamrin, dan alm. H Rivai A Manaf di pemakaman Jalan Denai, Medan Amplas.

Tiap-tiap tim penziarah, kata Handoko, terdiri dari unsur pembina, pengurus dan pengawas yayasan, Rektorat, dekan dan wakil dekan serta keluarga almarhum. Tim juga berziarah ke pemakaman mantan Rektor, yakni alm. Mustafa Majnu di Pancurbatu, alm. Yunus Rasyid di Serbelawan, Kab. Simalungun, alm. Brigjen Abdul Manaf Lubis di Taman Makam Pahlawan Medan, alm. HM Yamin Lubis, alm Usman Nasution dan alm. Sofyan Harahap di Pekuburan Marendal Jl. SM Raja. Termasuk juga berziarah ke pemakaman tokoh masyarakat dan mantan pembina UISU alm. Sultan Osman Al Sani Perkasa Alamsyah (Sultan Deli XI) dan alm. Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj (gelar Raja Muda Pemangku Sultan Deli XIV) di pemakaman Masjid Raya Al Mashun, Medan.

Handoko menjelaskan, rangkaian kegiatan Milad Yayasan dan Universitas UISU akan berlangsung hingga 12 Januari 2025. Kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan, Tasyakuran Milad Yayasan ke- 74 pada Jumat (2/1) di Masjid Jami Al Munawwarah kampus induk UISU.

“Selanjutnya, akan dilaksanakan pemberian tali asih kepada mantan rektor dan mantan wakil rektor, rapat senat terbuka dan seminar. Kemudian, bazar UMKM dan donor darah, serta gerak jalan sehat,” ujar Handoko yang juga Ketua Bidang Agama Dakwah Islamiyah (ADI) Yayasan UISU.(*)

Yayasan UISU Lepas Dosen dan Tenaga Kependidikan Purna Tugas

Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengadakan acara pelepasan terhadap dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) tetap yang memasuki masa purna tugas.

Tradisi ini berlangsung di kantor yayasan dan dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU Ir. Indra Gunawan, MP, pada Kamis (5/12), di mana acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Umum Muhammad Idris, SH, MH, serta perwakilan dari rektorat dan dekanat UISU.
Pelepasan ini dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan Pengurus Yayasan UISU yang mengesahkan pemberhentian dengan hormat dosen dan Tendik yang memasuki masa purna tugas, disertai dengan pemberian dana tali asih sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama bertugas.Dalam sambutannya, Indra Gunawan mengungkapkan bahwa tradisi ini perlu dijaga dan dipelihara sebagai bentuk silaturahmi serta penghormatan kepada para dosen dan Tendik. Ia mengakui rasa berat untuk melepas mereka, namun menegaskan bahwa aturan mengenai purna tugas harus ditegakkan.

“Saya memohon maaf apabila dalam perjalanan tugas di Yayasan UISU terdapat kesalahan yang tidak disengaja terhadap bapak dan ibu yang hari ini purna tugas. Mari kita bersama-sama menjaga nama baik UISU,” katanya.

Ketika ditanya mengenai kondusifitas UISU, Dr. Dani Sintara, SH, MH, Ketua Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia Yayasan UISU, menjelaskan bahwa saat ini UISU berada dalam keadaan yang sangat kondusif dari berbagai aspek, termasuk aspek legalitas.

Ia menjelaskan bahwa Yayasan UISU bersama unsur akademik sedang berupaya mencapai akreditasi Unggul, dengan dukungan dari pengurus dan pengawas yayasan yang baru dilantik berdasarkan hasil Rapat Pembina pada 28 Desember 2023 dan terdaftar di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum pada 1 Oktober 2024.

“Yayasan UISU telah diakui oleh pemerintah melalui dua kementerian, yaitu Kementerian Hukum dan Kementerian Pendidikan Tinggi. Dengan demikian, Yayasan UISU dalam kondisi yang jelas dan terukur,” tegas Dani.Acara pelepasan ini menjadi momen penting bagi yayasan untuk mengenang pengabdian para dosen dan Tendik yang telah berkontribusi dalam mengembangkan UISU selama bertahun-tahun.

 

Kepala LLDikti Wilayah I Dorong UISU Menuju Keunggulan Akademik

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D, menekankan pentingnya Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memahami dinamika pasar guna mencapai keunggulan dalam bidang pendidikan.

Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam Diskusi Penguatan Tata Kelola dan Organisasi Perguruan Tinggi yang diadakan di Aula Yayasan UISU, Jl. SM Raja Medan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Yayasan UISU, Ir. Indra Gunawan, MP, serta jajaran pengurus, Rektor UISU, Prof. Dr. Safrida, SE, MSi, dan para dekan serta wakil dekan di lingkungan UISU. 

Dalam pemaparannya, Matondang menegaskan bahwa untuk mencapai keunggulan, setiap program studi (prodi) di UISU harus berusaha untuk menjadi unggul. Ia menekankan bahwa kepala prodi memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan dan mempertahankan keunggulan program yang dipimpin.

Matondang juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap beberapa prodi yang mengalami kejenuhan, terutama dalam bidang pendidikan, akibat jumlah lowongan kerja di instansi pemerintah dan swasta yang stagnan. Ia menggarisbawahi bahwa perkembangan industri yang pesat telah mengubah minat terhadap prodi-prodi konvensional, sehingga UISU perlu lebih cermat dalam membidik pasar pendidikan.Lebih lanjut, Matondang mencatat bahwa pada abad 21, terdapat beberapa bidang dengan potensi pasar yang tinggi, seperti rekayasa komputer dan kecerdasan buatan (AI), bisnis digital, serta administrasi publik.

“Universitas harus mampu beradaptasi dan mengembangkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini,” ujarnya.

Diskusi tersebut juga dipandu oleh Ketua Bidang OSDM Yayasan UISU, Dr. Dani Sintara, SH, MH, yang membahas mengenai pentingnya Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dalam meningkatkan akreditasi perguruan tinggi. Matondang menjelaskan bahwa MoU yang tidak memiliki implikasi atau hasil nyata akan bernilai nol.

“MoU tanpa MoA tidak berarti apa-apa,” tegasnya.

Sementara itu, pembahasan mengenai status dosen yang sempat menjadi rencana diskusi diakhiri, mengingat Peraturan Mendikbudristek No. 44/2024 tentang profesi, karir, dan penghasilan dosen masih dalam proses revisi.

Dengan dorongan dari LLDikti, UISU diharapkan dapat bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.